4 Sehat 5 Sempurna

4 Sehat 5 Sempurna. Teringat masa kecil dulu waktu masih duduk di sekolah dasar, begitu sering saya mendengar istilah tersebut. Mungkin Anda juga mengalami pengalaman yang sama dengan saya.

Menu nasi, sayur, daging, buah ditambah susu, buat saya pada saat itu merupakan sebuah menu makanan yang rasa-rasanya cukup sulit. Bahkan mungkin bukan hanya bagi keluarga saya, tetapi juga bagi sebagian masyarakat kita. Makanan tersebut masih merupakan sebuah mimpi yang sepertinya menjadi milik kalangan tertentu saja. Tidak semua keluarga mampu menerapkan pola makan seperti itu, paling-paling 2 atau 3 sehat sehat; nasi plus sayur, kadang-kadang lauk, klo lagi ada rejeki baru bisa nyicip yang namanya susu. :-)

Namun apa jadinya jika ternyata program 4 Sehat 5 Sempurna yang kita agung-agungkan dulu sebagai bagian dari pola hidup sehat, ternyata program yang salah kaprah?! Ada yang salah dari program tersebut!

4 Sehat 5 Sempurna, ternyata bukan ukuran untuk menentukan  standar gizi dan kesehatan.  Ternyata bukan 4 Sehat 5 Sempurna yang menjadi faktor utama sehatnya sebuah keluarga, terpenuhinya gizi sebuah keluarga, tetapi lebih kepada seberapa besar dan seimbangnya gizi yang terkandung dalam makanan yang kita makan sehari-hari.

Percuma saja kita makan 4 Sehat 5 Sempurna, tetapi makannya juga tanpa aturan, idak cukup 1 pirin, malah 2-3 piring. Nasinya sedikit, tetapi sayurnya yang banyak, atau lauknya yang bisa sampai “segunung”, orang bilang ” makan daging lauk nasi! “

Kebutuhan gizi dengan satuan kalori untuk tiap-tiap umur juga berbeda. Untuk anak usia sekolah yang belum memasuki masa puber membutuhkan 1.600-2.500 kalori per hari. Memasuki masa transisi menuju usia dewasa, sebagian besar anak perlu meningkatkan asupan kalori menjadi 2.500-3.000 per hari. Jumlah ini juga disesuaikan dengan aktivitas anak sehari-hari. Anak aktif tentu lebih banyak membutuhkan asupan kalori.

Dengan demikian, ada yang perlu kita rubah dalam proses sosialisasi edukasi program  tersebut ke masyarakat. Cara pandang dan persepsi yang salah selama ini yang perlu kita luruskan. Masih banyak para orang tua yang sadar gizi untuk keluarganya. Peran guru-guru di sekolah juga jangan hanya menekankan pada empat sehat lima sempurna saja, tetapi juga gizi yang seimbang dari makanan tersebut.  Butuh peran serta semua pihak dalam rangka membenahi program 4 Sehat 5 Sempurna yang salah kaprah ini.

Semoga tulisan ini bisa menjadi koreksi bersama mengenai apa yang terjadi disekeliling kita, terutama terkait dengan kesadaran untuk hidup sehat, demi terciptanya kesehatan keluarga yang lebih baik dan bahagia.

Sumber Gambar :

1. http://www.suarapati.com/i-data/2011/01/4-Sehat-5-Sempurna.jpg

2. http://2.bp.blogspot.com/_bGaw2vXSpcQ/SABCl9i0I6I/AAAAAAAAABg/

7c9Su9qfzbw/s320/4sehat5sempurna.jpg

About these ads

One thought on “4 Sehat 5 Sempurna

  1. benar sekali, makanan 4sehat 5semperna saja tidak cukup untuk kesehatan, tampa keseimbangan mengkonsumsi makanan. contoh kecil nya saja. kalaw terlalu banyak makan lauk, nanti malah cacingan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s